Showing posts with label Cast. Show all posts
Showing posts with label Cast. Show all posts
4

Tora Sudiro Kesulitan Bicara Bahasa Melayu


Bagi seorang aktor, totalitas dalam berakting merupakan suatu kewajiban. Itupula yang dilakukan Tora Sudiro dalam film terbarunya, 'Laskar Pelangi'. Walau begitu Tora mengaku kesulitan ketika harus bicara bahasa Melayu.

"Susah banget, bener-bener susah, soalnya kan bahasanya gue awam," jelasnya ketika ditemui di Palnet Hollywood, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2008).

Berakting dengan logat daerah sebenarnya pernah dilakukan Tora. Di 'Naga Bonar Jadi Dua' ia menggunakan logat Batak. Namun menurut pria yang memiliki banyak tato itu, logat Batak lebih familiar dengan dirinya sehingga ia mengaku tidak terlalu sulit ketika berakting bicara dengan logat tersebut.

Walau begitu Tora mengaku bangga dapat terlibat di film yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata itu. Keindahan Pulau Belitung tempat lokasi syuting film 'Laskar Pelangi' diakuinya sangat indah.

Sumber: Detik.Com

Read More..
3

Cut Mini Merinding Nonton 'Laskar Pelangi'


Artis Cut Mini mengaku terkesan ketika menyaksikan film 'Laskar Pelangi'. Walau ia menjadi salah satu pemerannya, Cut Mini merasa merinding ketika menyaksikan film tersebut.

"Cuplikannya padahal beberapa kali saya sudah lihat, tapi tadi ketika saya nonton secara keseluruhan, saya bener-bener merinding," ujarnya ketika ditemui di Planet Hollywood 21, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2008).

Menurut perempuan kelahiran 30 Desember 1973 itu, cerita film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Andrea Hirata itu sangat emosional. Cut Mini pun berulangkali mengaku tidak pernah menyangka kalau ia bisa terpilih menjadi salah satu pemeran pada film tersebut.

Pemain film 'Arisan' itu pun menunjukkan kerja kerasnya untuk kepercayaan yang diberikan kepadanya. Peran yang dimainkan oleh Cut Mini terbilang serius, yaitu karakter Ibu Muslimah yang menjadi kekuatan dari cerita 'Laskar Pelangi'.

Walau pada awalnya khawatir kalau dirinya tidak mampu memerankan Ibu Muslimah dengan baik, Cut Mini mengaku lega karena penampilannya mendapat pujian dari sejumlah rekan. "Awalnya saya takut mengecewakan para pecinta Ibu Muslimah, tapi tadi Alhamdulillah saya puas," tukasnya seraya tersenyum.

sumber: detik.com

Read More..
0

The Cast Of Laskar Pelangi The Movie

Ibu Muslimah: Cut Mini
Pak Harfan: Ikranagara
Pak Mahmud: Tora Sudiro
Pak Zulkarnaen: Slamet Rahardjo
Bapak Ikal: Mathias Muchus
Ibu Ikal: Rieke Diah Pitaloka
Pak Bakri: Teuku Rifnu Wikana
Ikal (Dewasa): Lukman Sardi
Lintang (Dewasa): Ario Bayu
Alex Komang
Jajang C Noer
Robbie Tumewu
Ikal: Zulfanny
Mahar: Verrys Yamarno
Lintang: Verdian
Kucai: Yogi Nugraha
Syahdan: M.Syukur Ramadhan
A Kiong: Suhendri
Borek: Febriansyah
Harun: Jeffry Yanuar
Trapani: Suharyadi Syah Ramadhan
Sahara: Dewi Ratih Ayu Safitri
Flo: Marcella

Read More..
0

Mathias Muchus On Laskar Pelangi


Read More..
1

Tora Sudiro On Laskar Pelangi


Read More..
0

Aktor Kondang Slamet Rahardjo dan Ikranegara Main di Film Laskar Pelangi


Bagi Slamet Rahardjo, bermain di film Laskar Pelangi garapan sutradara Riri Riza, ibarat mengenang kembali masa-masa indah saat dirinya masih duduk di bangku SMA di Tanjung Pandan.

”Buat saya nostalgia. Kebetulan banyak yang saya tahu tentang masalah di sana, kemudian saya napak tilas sampai Bangka hingga Palembang. Jadi, demikian ini semacam kepulangan saya kembali ke Tanjung Pandan. Saya rasa sekadar mengingat kembali melalui cerita di film ini yang luar biasa,” papar Slamet, di sela-sela syukuran jelang syuting perdana film ini, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Film yang diangkat dari novel laris karya Andrea Hirata ini bakal memulai syuting perdana di Belitung pada 25 Mei 2008. Selain Riri, sineas muda lainnya, Mira Lesmana, akan memproduseri film yang yang menggambarkan perjuangan guru dan 10 siswa di Belitung ini.

Slamet, seraya berkelakar dengan Ikranegara---yang juga bermain di Laskar Pelangi---Slamet bercerita semasa dirinya menimba ilmu di Tanjung Pandan. ”Saya lulus SMA di Tanjung Pandan, jadi saya hanya lebih tua beberapa tahun dari Yusril (Ihza Mahendra). Yusril tuh masih, waduh... masih bloon banget waktu di sana,” ungkapnya.

”Tapi, itu bukan saya yang ngomong itu lho! Ikra (Ikranegara) yang ngomong. Yusril, yang ngomong bukan gue ’Ril, si Ikra,” canda Slamet.

Selain sisi nostalgia bagi pribadinya, di sisi lain Slamet berharap tercapainya sebuah pesan moral ke para calon penonton film ini, usai menyaksikan kisah perjuangan anak-anak Belitung tersebut. ”Cerita film ini luar biasa karena menggarisbawahi pendidikan,” katanya.

”Pendidikan di sekolah tidak diukur dengan angka-angka atau nilai-nilai. Tapi dengan ini nih... (sambil menunjuk hati),” tambah Slamet.

Film produksi Miles Films yang direncanakan bakal diputar di bioskop-bioskop Tanah Air pada September 2008 ini, juga memasang sejumlah pemain film profesional seperti Cut Mini, Ikranegara, Lukman Sardi, Ario Bayu, Tora Sudiro, Slamet Rahardjo, Alex Komang, Mathias Muchus, Rieke Dyah Pitaloka, Robby Tumewu, Jajang C Noer, dan Teuku Rifnu Wikana.

Read More..
3

Nostalgia Slamet Rahardjo di Belitung


Ada banyak alasan orang tatkala menerima peran dalam sebuah proyek film. Soal eksistensi, uang, cerita yang menarik, atau kerja bareng dengan sineas besar itu jawaban yang standar. Bagaimana dengan nostalgia masa lalu? Aha, boleh jadi ini jarang terjadi. Simak saja dengan yang dialami aktor senior Slamet Rahardjo misalnya ketika menerima peran dalam Laskar Pelangi.

”Saya pernah tinggal dan menamatkan SMA saya di Tanjung Pandan (Pulau Belitung),” demikian tutur Slamet saat dijumpai beberapa waktu lalu. ”Bahasa-bahasa Belitung saya sangat kuasai karena saya bergaul.”

Saat ditawari peran dalam film yang settingnya di pulau Belitung ini dia langsung terkenang akan masa remajanya di sana. ”Saya bukan sebagai anak pejabat, justru sebagai komandan Pramuka,” cerita aktor yang dibesarkan di Teater Populer ini.

Sejatinya, kakak kandung Eros Djarot ini sedang merendah. Ayahnya justru sedang menjabat sebagai komandan pangkalan Angkatan Udara di sana di zaman Dwikora, pada era 1960-an. Zaman Gestapu 1965, papar Slamet, sekolahnya masih di kota Yogyakarta. ”Tapi saya tak pernah masuk sekolah, lebih banyak di jalan ikut aksi-aksi. Maka bapak mengambil kebijakan, anaknya diambil disuruh sekolah di Tanjung Pandan,” sodornya kembali.

Perihal kondisi sekolah yang memprihatinkan macam yang digambarkan Andrea Hirata dalam novelnya rupanya Slamet paham betul. ”Saya tahu sekolah-sekolah seperti itu. Saya bersama Eros suka bikin pertunjukan yang melibatkan anak-anak Pramuka. Ya nyanyi, drama, musik. Kalau dapat uang disumbangkan untuk badan pendidikan,” lagi-lagi aktor terbaik FFI 1975 dan 1983 ini bernostalgia.

Kenangan-kenangan macam ini bisa jadi hanya prioritas nomor sekian bagi Slamet. Pasalnya, faktor yang sangat dikedepankan tetap saja ceritanya. ”Setiap cerita yang mengungkapkan tentang harga diri manusia, saya selalu jatuh cinta,” sergahnya dengan lugas.

”Manusia sekarang ini tak punya harga diri. Kalau ada cerita tentang manusia yang memiliki harga diri, itu menyenangkan,” demikian seloroh sutradara terbaik FFI 1985 dan 1987 ini.

Read More..
0

Di Balik Layar Pembuatan Film Laskar Pelangi



Cut Mini as Ibu Muslimah, interview at Topik Malam ANTV

Read More..
1

Cut Mini, Menangis 3 Kali


Artis cantik Cut Mini tidak bisa memendam rasa haru ketika ditawari salah satu peran untuk film Laskar Pelangi. Bahkan, Cut Mini sampai menangis tiga kali setelah diterima Miles Production untuk memerankan Ibu Muslimah (Bu Mus), dalam film yang diadaptasi dari novel Andrea Hirata itu.

Menurut perempuan yang akrab disapa Mini tersebut, datangnya tawaran sungguh mengejutkan.

"Ini kejadian yang nggak disangka. Ketika itu, di rumah lagi heboh buku Laskar Pelangi dan saya ke toko buku untuk membelinya. Buku belum sempat dibuka, tiba-tiba Riri Riza,telepon, menawarkan kasting film," kisahnya saat jumpa pers jelang syuting Laskar Pelangi di MP Book Point, Senin, 19/5-2008 malam.

Tanpa berpikir, Mini menerima. Terlebih, sejak lama dirinya mengincar peran yang disutradarai Riri dan diproduseri Mira Lesmana tersebut.

"Seminggu kemudian, saya ditelepon lagi untuk kasting kedua. Saya disuruh pakai baju muslim, pakai kerudung. Sejak itu, keinginan saya untuk memerankan Bu Mus tambah kuat," imbuhnya.

Seminggu kemudian, Mira menelepon dan mengatakan bahwa dirinya terpilih menjadi Bu Mus.

"Alhamdulillah. Saya senang banget sampai menangis," terang Mini. Tangisan Mini belum habis. Saat menerima potongan skenario yang harus dia hafal dan pahami, dia menangis lagi.

"Bolak-balik saya baca, saya menangis. Orang rumah sampai bilang, kenapa sih pakai menangis segala. Tapi, saya antusias banget, nggak tahu kenapa," ungkapnya.

Tangisan Mini tumpah lagi saat jumpa pers, Selasa, 20/5-2008. Di hadapan beberapa seniornya, seperti Mathias Muchus, Alex Komang, Slamet Rahardjo, Ikranagara, Riri dan Mira, serta sang penulis, Andrea, air mata Mini menetes.

"Saya merinding. Kampungan ya, pake acara nangis segala. Tapi, saya benar-benar terharu," akunya.

Beberapa waktu lalu, Mini sudah menuju Belitung, lokasi syuting Laskar Pelangi dan lokasi asli tulisan di novel itu. Dia sudah bertemu dengan beberapa anak yang terpilih lewat kasting di sana. Dia juga berjumpa dengan Bu Mus yang asli.

"Saya bilang, saya Bu Mus yang palsu. Kagum sekali saya sama dia. Dia perempuan tegar dan sabarnya tinggi sekali," puji Mini.

Bukan hanya Mini yang antusias. Andrea yang mengaku sudah membaca skenarionya sampai draf ke-11 sangat berharap agar filmnya segera selesai.

"Amazing! Mereka bisa adaptasi dengan baik. Fair, skenario lebih baik daripada novelnya," ucapnya. "Ini proyek luar biasa bagi suku saya. Sudah nggak sabar. Biar tidak terasa lama menunggu syuting, saya pergi ke luar negeri dulu. Niatnya ke Himalaya," imbuh pria asal Belitung itu.

Menurut Mira, pada 24 Mei pihaknya berencana syukuran di Belitung, kemudian syuting. Sebelumnya, sudah dilakukan kasting pemain untuk mendapatkan pemeran anak-anak.

"Ada 1.300 yang dikasting. Semua anak asli Belitung. Hanya 12 yang kami pilih," kata Mira.

Film yang skenarionya ditulis Salman Aristo tersebut rencananya dirilis pada September 2008. Selain 12 anak asli Belitung, Laskar Pelangi juga menampilkan 12 aktor terkenal lain. Misalnya, Jajang C. Noer, Tora Sudiro, Rieke Diah Pitaloka, dan Lukman Sardi.

rileks.com

Read More..