
Seperti apa novel 'Laskar Pelangi' yang laris itu jika difilmkan? Sang penulis novel Andrea Hirata memberikan pendapatnya. Menurut Andrea 'Laskar Pelangi' versi film lebih bagus dari novelnya. Begitukah?
"Menurut saya apa yang dicemaskan mereka (pembaca novel-red) tidak terjadi, film ini lebih bagus dari novelnya," jelas pria yang identik dengan topi itu dalam jumpa pers usai pemutaran film 'Laskar Pelangi' di Planet Hollywood 21, Jakarta, Senin (22/9/2008).
Saking bagusnya, Andrea mengaku ia langsung menangis ketika 10 menit pertama film diputar. Air matanya menetes juga karena ia merasa apa yang diceritakan dalam film tersebut adalah bagian dari masa lalunya.
"Film ini di atas harapan saya. Jarang ada film kayak gini di Indonesia," lanjutnya memuji layar lebar yang digarap Riri Riza dan Mira Lesmana itu.
Andrea berpromosi, film 'Laskar Pelangi' dibuat dengan tekhnologi yang canggih namun tetap sarat pesan. Layar lebar yang dibintangi aktor-aktris papan atas seperti Cut Mini, Tora Sudiro dan Slamet Rahardjo itu menurutnya juga sangat cocok untuk anak-anak.
"Walaupun ada dialek Melayu, tapi penonton tetap mengerti," ujar Andrea lagi.
Sumber: Detik.Com
Andrea Hirata: Dibanding Novel Film 'Laskar Pelangi' Lebih Bagus
Categories Andrea Hirata
Tora Sudiro Kesulitan Bicara Bahasa Melayu

Bagi seorang aktor, totalitas dalam berakting merupakan suatu kewajiban. Itupula yang dilakukan Tora Sudiro dalam film terbarunya, 'Laskar Pelangi'. Walau begitu Tora mengaku kesulitan ketika harus bicara bahasa Melayu.
"Susah banget, bener-bener susah, soalnya kan bahasanya gue awam," jelasnya ketika ditemui di Palnet Hollywood, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2008).
Berakting dengan logat daerah sebenarnya pernah dilakukan Tora. Di 'Naga Bonar Jadi Dua' ia menggunakan logat Batak. Namun menurut pria yang memiliki banyak tato itu, logat Batak lebih familiar dengan dirinya sehingga ia mengaku tidak terlalu sulit ketika berakting bicara dengan logat tersebut.
Walau begitu Tora mengaku bangga dapat terlibat di film yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata itu. Keindahan Pulau Belitung tempat lokasi syuting film 'Laskar Pelangi' diakuinya sangat indah.
Sumber: Detik.Com
Categories Cast, Tora Sudiro
Cut Mini Merinding Nonton 'Laskar Pelangi'
Artis Cut Mini mengaku terkesan ketika menyaksikan film 'Laskar Pelangi'. Walau ia menjadi salah satu pemerannya, Cut Mini merasa merinding ketika menyaksikan film tersebut.
"Cuplikannya padahal beberapa kali saya sudah lihat, tapi tadi ketika saya nonton secara keseluruhan, saya bener-bener merinding," ujarnya ketika ditemui di Planet Hollywood 21, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2008).
Menurut perempuan kelahiran 30 Desember 1973 itu, cerita film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Andrea Hirata itu sangat emosional. Cut Mini pun berulangkali mengaku tidak pernah menyangka kalau ia bisa terpilih menjadi salah satu pemeran pada film tersebut.
Pemain film 'Arisan' itu pun menunjukkan kerja kerasnya untuk kepercayaan yang diberikan kepadanya. Peran yang dimainkan oleh Cut Mini terbilang serius, yaitu karakter Ibu Muslimah yang menjadi kekuatan dari cerita 'Laskar Pelangi'.
Walau pada awalnya khawatir kalau dirinya tidak mampu memerankan Ibu Muslimah dengan baik, Cut Mini mengaku lega karena penampilannya mendapat pujian dari sejumlah rekan. "Awalnya saya takut mengecewakan para pecinta Ibu Muslimah, tapi tadi Alhamdulillah saya puas," tukasnya seraya tersenyum.
sumber: detik.com
Tak Perlu Keliling Dunia (Gita Gutawa)
aransemen: erwin gutawa
kapur putih pucat
terasa penuh warna
dan pelangi yang enggan datangpun berbinar
kertas putih yang pudar
tertulis seribu kata
dan ku ungkap semua yang sedang kurasa
dengarkanlah kata hatiku
bahwa ku ingin untuk tetap di sini
* tak perlulah aku keliling dunia
Read More..
Categories Gita Gutawa, Lyric
Laskar Pelangi The Movie, Review @ filmpendek.org
Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata.
Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.
Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.
5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.
Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kehilangan sosok yang mereka cintai. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?
Film ini dipenuhi kisah tentang tantangan kalangan pinggiran, dan kisah penuh haru tentang perjuangan hidup menggapai mimpi, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia.
Jenis Film : Drama
Produser : Mira Lesmana
Produksi : Miles Films & Mizan Production
Pemain : Cut Mini, Ikranagara, Tora Sudiro, Slamet Rahardjo, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka
Sutradara : Riri Riza
Penulis : Salman Aristo, Riri Riza, Mira Lesmana
Categories Review
Waltz Musim Pelangi (Float)
lyric & music: hotma roni simamora
dahanku tampak dari jauh
dan sepuluh rupa pemuja
menanti pelangi meski dunia
tak lagi terpana
dan tiap-tiap pandang tertuju
pada gerimis yang dirindu
akankah kali ini bersamanya lagi
pelukis langitku?
berarak-arak awan tertiup
bergegas cahayapun menyusup
selapis warna mulai terwujud
Categories Lyric, Meng Float
Press Release Miles Films

Laskar Pelangi Siap di Layar Lebar Kolaborasi Peran 12 Anak Belitong Asli dengan 12 Aktor Profesional Indonesia
Setelah sukses menjadi novel best seller dengan penjualan lebih dari 500.000 eksemplar, kini Laskar Pelangi siap diangkat ke layar lebar dan akan memasuki tahap syuting pada tanggal 25 Mei 2008. Film ini diproduksi oleh Miles Films bekerjasama dengan Mizan Cinema Productions, ”B” Edutainment dan Iluni UI.
Laskar Pelangi adalah sebuah kisah anak bangsa yang menggambarkan perjuangan guru dan 10 siswa di Belitong untuk sebuah pendidikan. Ide pembuatan film ini berawal dari rasa kagum Mira Lesmana dan Riri Riza selaku Produser dan Sutradara film ini terhadap buku karya Andrea Hirata yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004. “Buku Laskar Pelangi sanggup membuat kita tiba-tiba merasa bangga jadi orang Indonesia dan memompa semangat serta optimisme kebangsaan, dengan hadirnya karakter anak-anak Laskar Pelangi, Ibu Muslimah dan Bapak Harfan,” ucap Mira Lesmana selaku Produser film ini.
Selaku sutradara film Laskar Pelangi, Riri Riza mengungkapkan: “Laskar Pelangi memiliki cerita yang unik dan penuh dinamika dengan hadirnya 10 siswa dengan kararkter yang sangat kuat dan seorang guru ambisius yang mempunyai cita-cita besar dan luhur. Dan Andrea Hirata adalah faktor yang sangat penting kenapa kami ingin memfilmkan buku Laskar Pelangi ini. Saat pertama kali ketemu dengan Andrea, ada antusiasme yang terlihat di dirinya. Bertemu Andrea Hirata seperti melihat matahari yang bersinar keras sekali dan sangat inspiring.”
Bagi sang penulis, Andrea Hirata, bukan hal yang mudah untuk mengijinkan karya sastra pertamanya ini untuk difilmkan. Jelas Andrea mempunyai alasan khusus kenapa ia mempercayakan penggarapan film Laskar Pelangi ini kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. “Ada beberapa alasan kenapa saya rela menyerahkan cerita Laskar Pelangi ini kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. Pertama, Mira dan Riri adalah sineas yang memiliki integritas, yang tidak semata melihat keinginan pasar dalam membuat karyanya. Kedua, Mira dan Riri mempunyai talent yang langka dalam membuat sebuah karya seni. Mereka bisa membuat film box office, tapi tetap bermutu. Dan setelah lama bergaul dengan mereka, saya semakin yakin kalau kedua sineas ini mempunyai indra keenam dalam membuat sebuah karya dan mempunyai perspektif yang unik,” ungkap Andrea.
Sementara menurut Putut Widjanarko, Vice President Operation Mizan Publika, dengan terjunnya Mizan dalam produksi film ini merupakan konsekuensi logis dari strategi pengembangan Mizan ke depan. “Mizan Prouductions sangat bangga bekerjasama dengan Miles Films menghadirkan film yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh masyarakat Indonesia ini. Apalagi buku best seller Laskar Pelangi adalah terbitan salah satu penerbit dalam kelompok Mizan, yaitu penerbit Bentang Pustaka.”
Setelah melewati proses pertemuan dan diskusi dengan sang penulis selama satu tahun, akhirnya Juli - Desember 2007, proses penulisan skenario yang ditulis oleh Salman Aristo, dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana pun dimulai. Dan persiapan produksi pun sudah dilakukan sejak Juli 2007 lalu dengan melakukan proses penulisan skenario, survey lokasi, serta casting para pemain Laskar Pelangi. “Dalam proses pembuatan film ini hampir 100% pengambilan gambar dan syuting dilakukan di Belitong. Dan satu hal yang cukup istimewa di film ini, 12 orang pemain, 10 Laskar Pelangi dengan dua karakter pelengkap yang memerankan Flo dan A Ling, semuanya asli dari Belitong,” cerita Mira, antusias.
Adapun keinginan Rira dan Mira untuk menampilkan anak-anak asli Belitong agar chemistry antara cerita dan para pemain muncul secara real dan natural. “Sejak awal kami memang tidak terpikirkan untuk menggunakan pemain di luar kota Belitong untuk tokoh-tokoh anak Laskar Pelangi. Jadi proses hunting dan casting pemain pun sudah kami lakukan sejak awal persiapan produksi,” ujar Riri. “Meskipun anak-anak ini belum berpengalaman dan awam dengan dunia akting, tapi mereka ini adalah anak-anak yang sangat berbakat, punya keberanian, mau mencoba, dan yang terpenting, mereka bisa mempresentasikan tokoh-tokoh utama di film ini,” lanjut Mira.
Setelah menjalani proses hunting dan casting di Belitong, akhirnya terpilih juga 12 orang pelajar Belitong yang akan memerankan karakter Ikal, Lintang, Mahar, Syahdan, Borek, Kucai, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Flo, dan A Ling.
Meski begitu, bukan berarti Mira luput menampilkan para pemain profesional. 12 nama aktor profesional pun turut tampil meramaikan film ini, seperti Cut Mini, Ikranegara, Lukman Sardi, Ario Bayu, Tora Sudiro, Slamet Raharjo, Alex Komang, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Robbie Tumewu, JaJang C. Noer, dan Teuku Rifnu Wikana .
Film yang diperuntukkan bagi semua umur dan kalangan ini rencananya akan beredar di bioskop di seluruh Indonesia pada liburan Lebaran 2008 ini.
Categories Press Release
Laskar Pelangi The Movie On Kick Andy
Kisah Laskar Pelangi sebentar lagi akan tampil di layar lebar. Dua belas anak asli Pulau Belitong dan 12 pemain film professional berakting bersama dalam film yang menceritakan perjuangan murid dan guru dalam memperoleh pendidikan di masa tahun 1970-an. Ironisnya, kita masih menemukan kisah perjuangan yang hampir sama di Indonesia, hingga sekarang ini.
Perjuangan Ibu Muslimah yang menggetarkan pembaca buku Laskar Pelangi, ternyata masih terjadi. Dua diantarannya kami temukan di Tapanuli Selatan dan Papua.
Raja Dima, seorang petani terpaksa menjadi guru karena tak tega melihat anak-anak di kampungnya putus sekolah. Tak ada lagi guru yang mau mengajar di SD Sigoring-goring, di desa terpencil dan tak pernah memperoleh aliran listrik ini. Alhasil, sejak tahun 2004, ia harus mengajar kelas 1 sampai kelas VI sendirian. Dan sebagai imbalannya, ia mendapat 9 cangkir beras dari setiap orang tua per bulan.
Sementara itu, di Momogu, Asmat, Papua, Adolof seorang penjaga sekolah juga terpaksa mengajar, agar anak-anak di sana tidak buta huruf. Dengan kemampuannya yang terbatas, iapun hanya mengajarkan pelajaran matematika dan bahasa Indonesia. Menurutnya, kegiatan belajar seadanya ini, akan lebih baik ketimbang sekolahnya tertutup rumput seperti sekolah-sekolah lainnya. Ia berharap suatu hari akan ada guru lagi yang mau ditugaskan di sekolah tersebut.
”Saya sangat kagum dengan mereka,” kata Ibu Muslimah saat tampil di Kick Andy dan mendengarkan kisah kedua guru tadi. ”Tapi kalau itu terjadi hingga sekarang, dimanakah yang disebut kemajuan itu,” ujarnya polos.
Ibu Muslimah kali ini tampil ditemani oleh Cut Mini, pemeran Ibu Muslimah dalam film Laskar Pelangi. Bagi Cut Mini, perannya di film kali ini memberikan kesan yang sangat mendalam. ” Saya sering merasa ingin kembali ke Belitong,” kata Cut Mini yang masih sering menitikan air mata, saat kembali melihat adegan-adegannya di film tersebut.
Selain Cut Mini, di Kick Andy kali ini juga hadir 8 diantara 12 pemeran anggota Laskar Pelangi. Mereka yang hadir adalah pemeran Ikal, Lintang, Kucai, Mahar, Borek, Zahara, dan Flo. Mereka adalah anak-anak asli Belitong, yang mengisahkan banyak pengalaman menarik di film pertama mereka.
Bagi Andrea Hirata film ini merupakan satu kebanggaan dan cara untuk mewujudkan keinginannya mendekatkan Belitong pada kemajuan. ”Saya berharap anak-anak Belitong berani bermimpi. Lihat sekarang, siapa sangka Zulfany yang hanya anak tukang jam kaki lima, hari ini bisa menjadi aktor,” kata Andrea Hirata yang tampil menemani Zulfany, pemeran ikal alias Andrea di masa kecil dalam film Laskar pelangi.
Adalah sineas Mira Lesmana dan Riri Riza yang menggarap novel karya Andrea Hirata itu menjadi sebuah film layar lebar. Seluruh pembuatan film ini dilaksanakan di Pulau Belitong.
Riri Riza mengaku para crew-nya harus membangun kembali reflika SD Muhammadiyah, tempat para anggota Laskar Pelangi bersekolah. Sedikit berseloroh, Host Kick Andy, Andy F. Noya menyatakan bahwa sesungguhnya Riri dan tim tak harus repot-repot membuat reflika, soalnya di masa sekarang pun kita masih bisa enemukan sekolah-sekolah reyot tempat sejumlah anak belajar.
Dalam tayangan ini, Kick Andy kembali mengingatkan tentang sekolah tempat Frederick Sitaung dan Wanhar Umar mengajar yang pernah tayang beberapa waktu lalu di Kick Andy.
Frederick adalah guru sekaligus kepala SD di kampung Poepe, Welputi, Merauke, Papua. Sekolah tempat belajar anak-anak kampung terpencil itu, sangat jauh dari layak. Bangku yang terbatas, atap dan dindingnya sudah bolong di sana sini. Begitu juga dengan SD Muhammadiyah di Desa Talangsatan, Muara Enim, Sumatera Selatan, tempat Wanhar Umar mengajar. Di sekolah ini pun sejumlah murid harus belajar di ruang sekolah berdinding kayu yang rapuh dan atap yang bocor. Nasib mereka di masa kini, tak jauh beda dengan anak-anak anggota Laskar Pelangi di masa lalu.
Semoga saja kehadiran film Laskar Pelangi bisa lebih menggugah kita semua untuk lebih peduli pada dunia pendidikan. Terlebih jika kita mendengarkan lirik lagu dari Grup Nidji, yang menjadi theme song film ini.
Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya...
(Laskar Pelangi - Nidji )
Categories Kick Andy
The Cast Of Laskar Pelangi The Movie
Pak Mahmud: Tora Sudiro
Pak Zulkarnaen: Slamet Rahardjo
Bapak Ikal: Mathias Muchus
Ibu Ikal: Rieke Diah Pitaloka
Pak Bakri: Teuku Rifnu Wikana
Ikal (Dewasa): Lukman Sardi
Lintang (Dewasa): Ario Bayu
Alex Komang
Jajang C Noer
Robbie Tumewu
Ikal: Zulfanny
Mahar: Verrys Yamarno
Lintang: Verdian
Kucai: Yogi Nugraha
Syahdan: M.Syukur Ramadhan
A Kiong: Suhendri
Borek: Febriansyah
Harun: Jeffry Yanuar
Trapani: Suharyadi Syah Ramadhan
Sahara: Dewi Ratih Ayu Safitri
Flo: Marcella
Categories Cast
Search
Categories
- A Kiong (2)
- Andrea Hirata (8)
- Behind The Scenes (1)
- Belitung Tour (3)
- Berita Media (14)
- Cast (9)
- Community (1)
- Crew (2)
- Cut Mini (3)
- DVD (1)
- Edensor (1)
- Film (10)
- Film Maker (3)
- Full Movie (1)
- Garasi (2)
- Gita Gutawa (2)
- Gugun And The Blues Bug (2)
- Ikal (2)
- Ikranegara (1)
- Ipang (2)
- Kick Andy (1)
- Kucai (2)
- Lintang (1)
- Lyric (8)
- Mahar (4)
- Mathias Muchus (1)
- Meng Float (2)
- Mira Lesmana (2)
- Movie (1)
- Netral (1)
- Nidji (10)
- Novel (1)
- Podcast (1)
- Poster (1)
- Press Release (1)
- Review (4)
- Riri Riza (1)
- Sahara (2)
- Sherina (3)
- Sinopsis (2)
- Slamet Rahardjo (2)
- Soundtrack (10)
- Still Photos (6)
- Syahdan (2)
- Tokoh (1)
- Tora Sudiro (2)
- Trailer (1)
- Trapani (2)
- TV (1)
- Veris (2)
- Video (6)
- Wisata Belitung (3)
-
Recent Posts
Laskar Pelangi The Comment
The Songs Inspired By Laskar Pelangi
On Flickr




