Film "Laskar Pelangi" Diluncurkan Dalam DVD

Film "Laskar Pelangi" yang sukses menyedot penonton hingga lebih dari empat juta orang pada 2008, kini diedarkan dalam bentuk DVD, VCD, dan VCD ekonomis.
Direktur Jive Collection, Ronny P Tjandra dalam konferensi pers peluncuran rangkaian produk turunan dari film "Laskar Pelangi" ini di Jakarta, Rabu, mengungkapkan harga jual produk tersebut mulai Rp19.000 hingga Rp59 ribu.
"Harga yang paling mahal itu untuk DVD yang juga berisi cerita di balik pembuatan film Laskar Pelangi, ada video klip Nidji, Netral, dan Gita Gutawa, serta wawancara khusus dengan Andrea Hirata," ujarnya.
Ronny mengungkapkan untuk tahap awal ini akan diluncurkan sekitar 20 ribu keping dan diedarkan melalui jaringan distribusi Jive Collection, berbagai toko buku, toko DVD dan VCD di berbagai kota besar di Indonesia.
Ia menambahkan harga jual produk "home-video" itu sengaja dipasarkan secara bertingkat untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Ia merinci, harga film "Laskar Pelangi" versi DVD dijual Rp59.000, versi VCD seharga Rp39 ribu dengan bonus buklet dan pembatas buku, serta harga yang paling murah adalah Rp19.000 untuk VCD ekonomis yang hanya berisi kepingan saja tanpa bonus tambahan.
"Dengan harga yang sudah relatif murah ini kami berharap pembajakan bisa ditekan, karena kalau bicara soal pembajakan itu sudah jadi penyakit dan sulit hilangnya," ujarnya seraya menambahkan sebagian hasil penjualan akan disumbangkan untuk dana pendidikan anak-anak.
Sementara itu di tempat yang sama, pengarang buku Laskar Pelangi, Andrea Hirata mengungkapkan DVD dan VCD tersebut adalah kabar baik untuk banyak orang yang telah lama menunggu-nunggu kehadirannya sebab tidak semua orang sudah menyaksikannya di bioskop.
"Saya kira ini akan sangat positif karena bentuk penyebaran film Laskar Pelangi menjadi semakin beragam dan banyak orang yang telah menantikannyauntuk ditonton bersama keluarga di rumah," kata Andrea.
Laskar Pelangi (2008) adalah sebuah film garapan sutradara Riri Riza yang dirilis pada 25 September 2008 bertepatan dengan libur Lebaran. Film Laskar Pelangi merupakan karya adaptasi dari buku berjudul sama yang ditulis oleh Andrea Hirata.
Film Laskar Pelangi ini dibintangi artis-artis seperti Tora Sudiro, Cut Mini, Slamet Raharjo dan Ikranagara. Lokasi syuting film ini di Belitung seperti halnya kisah dalam novel.
Sukses film ini meraih lebih dari empat juta penonton mengikuti sukses penjualan bukunya yang menurut Andrea hingga awal Maret mencapai lebih dari satu juta eksemplar.
"Satu juta eksemplar itu buku yang versi resmi, kalau yang versi bajakan sepertinya sudah sangat besar, sekitar tiga juta eksemplar," demikian Andrea.
Antara
Categories Berita Media, DVD
"Laskar Pelangi" akan Ditayangkan di Australia
Film fenomenal "Laskar Pelangi" yang telah ditonton jutaan orang di Indonesia akan ditayangkan di depan para guru, siswa dan mahasiswa Australia serta masyarakat Indonesia di Bioskop Darwin, Australia Utara, pada 15 April pukul 11.00 waktu setempat.
"Konsulat RI Darwin telah memesan gedung bioskop untuk acara ini. Kita juga mengundang para pelajar dari beberapa sekolah seperti `Darwin High School dan Middle School` (SMP/SMP Darwin), Kormilda College, dan SMA St.John," kata Sekretaris II Fungsi Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja.
Kepada ANTARA News yang menghubunginya dari Brisbane, Senin, ia mengatakan, pihaknya juga mengundang mahasiswa dan akademisi Universitas Charles Darwin (CDU), beberapa pejabat pemerintah setempat, dan para guru bahasa Indonesia di sejumlah SMA ke acara "nonton bareng" film Laskar Pelangi ini.
Arvinanto mengatakan, acara nonton bareng film Laskar Pelangi di Darwin itu dapat terlaksana berkat kerja sama yang baik antara Konsulat RI Darwin dan Pengurus Pusat Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA).
"Tiga orang wakil PPIA akan hadir bersama Riri Reza (sutradara), Mira Lesmana (produser-red.) dan seorang manajernya pada acara penayangan Laskar Pelangi di Darwin," katanya.
Pihaknya juga berencana mempertemukan para wakil pengurus pusat PPIA dengan para mahasiswa Indonesia yang ada di CDU mengingat pengurus ranting dan cabang PPIA belum terbentuk di Darwin.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memotivasi para mahasiswa Indonesia di CDU untuk membentuk organisasi yang akan ikut mendukung penguatan hubungan Indonesia-Australia ke depan, katanya.
Selain di Darwin, film Laskar Pelangi juga akan ditayangkan di enam kota utama Australia lainnya, yakni Perth, Adelaide, Melbourne, Sydney, Canberra, dan Brisbane pada 15-26 April.
Acara nonton bareng Laskar Pelangi itu merupakan kegiatan Pengurus Pusat PPIA bekerja sama dengan cabang dan ranting PPIA se-Australia.
Film produksi 2008 yang telah ditonton lebih dari satu juta orang, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, itu diangkat dari novel pertama Andrea Hirata (2005).
Film yang mengisahkan kehidupan 10 anak keluarga miskin yang bersekolah di sebuah sekolah Muhammadiyah di Pulau Belitung dan ini pertama kali diputar di bioskop-bioskop Tanah Air pada 25 September 2008.
Categories Berita Media
Laskar Pelangi Bikin Orang Jerman Nangis
Film laris Laskar Pelangi karya sutradara Riri Riza mengundang isak tangis di CineStar Cubix Alexanderplatz, Berlin, Sabtu (14/2), waktu setempat. Tidak hanya orang Indonesia di Berlin, sejumlah orang "bule" pun ikut tersentuh dan menitikkan air mata.
Laskar Pelangi, yang dialihbahasakan menjadi The Rainbow Troops, lolos seleksi dan tampil pada Festival Film International Berlin ke-59 atau Berlinale 2009. Film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata ini diputar di sejumlah gedung bioskop di Berlin, Jerman.
Selain Laskar Pelangi, empat film Indonesia lainnya yang juga lolos masuk Berlinale 2009 adalah At Stake (Nia Dinata), yang bersama Laskar Pelangi bertarung di kategori Panorama (Audience Award), Generasi Biru (Garin Nugroho) di kategori film dokumenter, dan Trip to the Wound (Edwin) dan Musfir (BW Purba Negara) untuk kategori film pendek.
Udara musim dingin di Berlin tidak menyurutkan minat para penikmat film di kota ini. Departemen Luar Negeri di Jakarta, pekan ini mengungkapkan, perhatian masyarakat Jerman terhadap film-film Indonesia cukup menggembirakan, ditandai dengan tiket film-film Indonesia terjual habis tiga hari menjelang pemutaran dan masih banyak peminat film-film Indonesia yang tidak berkesempatan menonton.
Tidak hanya itu, menurut pernyataan tersebut, penyelenggara juga memberi perhatian khusus kepada film Indonesia, dengan memasang gambar Laskar Pelangi dan At Stake dalam sampul buku program Berlinale 2009, mewakili film-film Asia.
Warga Berlin memang penikmat film. Tempat-tempat penjualan tiket Berlinale selalu diwarnai antrean. Pemutaran film Laskar Pelangi pun mengundang antusiasme mereka. Warga negara Indonesia di Jerman yang selama ini hanya mendengar tentang fenomena cerita karya Andrea Hirata di Indonesia seperti mendapat berkah bisa menyaksikan Laskar Pelangi di Berlin. Mereka berduyun-duyun datang dari berbagai kota di Jerman seperti dari Hamburg, Dresden, dan Hanover.
"Saya selama ini cuma dengar-dengar aja sih soal Laskar Pelangi. Kayaknya heboh banget ya di Indonesia. Makanya, seneng banget film ini bisa tampil di Berlinale," kata Ari, mahasiswa Fachhochschule fur Technik un Wirtschaft, Berlin. Ia sudah dua tahun tinggal di Berlin.
Teater 9 di gedung bioskop itu dipenuhi pengunjung baik warga negara Indonesia maupun masyarakat Berlin dan hanya menyisakan satu deret bangku kosong di bagian paling depan. Tidak ada satu orangpun beranjak dari tempat duduknya selama dua setengah jam film diputar.
Sejumlah adegan mampu membuat tawa pengunjung. Misalnya, saat Ikal jatuh cinta melihat buku-buku jari Aling di Toko Kelontong Sinar Harapan atau ketika Mahar sedang sibuk mencari ilham untuk festival dan bertingkah aneh di mata teman-temannya.
Separuh film berjalan, di antara tawa pengunjung, suara isakan mulai terdengar di sana-sini. "Aduh, ini film lucu tapi kok bikin sedih juga ya," kata Mulianakusumah setengah berbisik di tengah pertunjukan. Ia tampak mengusap matanya. Mulianakusumah baru empat bulan tinggal di Jerman. Di Indonesia ia belum sempat menonton film ini.
Farah Marina, mahasiswi Fachhochschule fur Technik un Wirtschaft, Berlin, yang hampir tiga tahun tinggal di Berlin, mengaku ia juga sempat menitikkan air mata, terutama ketika adegan Lintang berhenti sekolah dan pamitan kepada teman-temannya. "Bukan cuma aku aja lho yang nangis, orang Jerman di sebelahku juga nangis kok. Filmnya bagus banget," kata dia.
Sophie, salah seorang warga Berlin yang menonton Laskar Pelangi juga mengaku tersentuh. "Saya kagum dengan perjuangan anak-anak Laskar Pelangi, kagum dengan semangat mereka, dan itu semua sangat menyentuh," ujarnya. (*)
Categories Berita Media
'Laskar Pelangi' Sengaja Bolos di FFI 2008
Laskar Pelangi' ternyata tak masuk FFI 2008 bukan karena takut kalah. Sang sutradara sengaja membuat film itu absen dari festival film terbesar di Indonesia tersebut. Kenapa?
Mira Lesmana mengaku enggan mendaftarkan film bertema pendidikan itu karena menurutnya FFI masih belum mandiri. Mira pun tak mau terlibat dalam pagelaran yang akan diadakan pada 12 Desember 2008 mendatang itu.
"Kami sudah berkomitmen sebelumnya. Sampai saat ini ternyata FFI masih belum independen, masih belum lepas dari BP2N," ucap sang produser saat dihubungi detikhot lewat telepon genggamnya, Selasa (4/11/2008) malam.
Sambil menunggu FFI menjadi badan yang independen, Mira memilih untuk melibatkan film Ikal dan kawan-kawan itu ke festival film lainnya. Kakak Indra Lesmana itu tengah mempersiapkan 'Laskar Pelangi' untuk menjelajahi benua Eropa.
"Di JiFest pasti akan kami ikutkan. Saat ini kami masih menunggu kabar untuk bisa ke Eropa dan Pusan di Korea," tambahnya.
detik.com
Categories Berita Media
Film 'Laskar Pelangi' Kuras Dana Rp 8 M
Sukses film 'Laskar Pelangi' tentunya diiringi dengan niat yang tidak main-main. Film yang diangkat dari novel Andrea Hirata itu menguras dana hingga Rp 8 miliar.
Dana tersebut sebagian besar dialokasikan untuk keperluan syuting yang mengambil tempat asli di pulau Belitong. Proses casting juga digelar di tempat tersebut. Mira Lesmana cs mencari lebih dari 10 anak warga asli Belitong.
"Kenapa harus sebanyak itu, karena kita harus membawa hampir 300 kru ke pulau Belitong," ujar Mira ditemui di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2008) malam.
Diketahui Mira, angka penonton sementara telah mencapai 1,25 juta orang. Hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Mira yang sebelumnya pernah menggarap film '30 Hari Untuk Selamanya', 'Petualangan Sherina', juga 'Ada Apa dengan Cinta?' bersama sutradara Riri Riza.
"Banyak respon positif masuk ke facebook saya, email saya. Ada anak SMP mengatakan saya nggak mau malas-malasan belajar lagi karena nonton 'Laskar Pelangi'. Yang paling menggembirakan itu antusiasme dari masyarakat," tutur Mira.
detik.com
Categories Berita Media
Laskar Pelangi Tontonan Wajib Caleg
Beberapa waktu lalu Presiden SBY dan beberapa menteri telah menonton film 'Laskar Pelangi'. Mira Lesmana pun berharap tak hanya SBY yang menonton film itu, para calon legislatif juga wajib menonton 'Laskar Pelangi'.
"Saya bangga film 'Laskar Pelangi' bisa diterima oleh semuanya, bukan cuma ditonton sama anak-anak kecil, tapi juga diwajibkan untuk para caleg-caleg," ucapnya saat ditemui detikhot belum lama ini di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Kakak Indra Lesmana itu ditemui usai menghadiri acara nonton bareng suatu partai peserta Pemilu 2009. Dalam kesempatan tersebut, Mira menyampaikan pesan pada calon-calon legislatif dari partai itu.
Ia meminta agar mereka yang sudah duduk di legislatif tidak melupakan rakyat. "Jangan pernah melupakan rakyat, ini bukan dari saya saja tapi juga dari Laskar Pelangi," tegasnya.
detik.com
Categories Berita Media
Join On Laskar Pelangi The Community
Alo... Laskar Pelangi The Movie Freaks..!! Join yuk di komunitas penggemar film Laskar Pelangi di alamat www.laskarpelangithemovie.ning.com dan berbagi pengalaman menonton film ini, boleh juga berbagi kegembiraan atau kekecewaan atau bahkan ketakjuban akan adanya film ini yang diangkat dari salah atu novel Best Seller.
Di komunitas ini, anda dapat share foto-foto, video dan bertukar pikiran dalam Forum Diskusi yang disediakan... bahkan bisa Chatting dengan sesama Movie Freaks!
Ayo buruan untuk menjadi yang pertama....
Read More..
SBY: Saya Belum Baca Laskar Pelangi
DetikNews
Rabu, 08/10/2008 23:38 WIB
Meski baru tampil di satu film, Lintang dkk sudah punya banyak penggemar berat. Ini terlihat dalam acara nonton bersama film Laskar Pelangi dengan Presiden SBY.
Dua belas bocah asal Belitung itu langsung jadi rebutan foto bersama setiba di lokasi acara di Blitz Megaplex, Jakarta, Rabu (8/10/2008). Wartawan, pengunjung dan anak-anak yatim piatu ingin bersalaman dengan mereka.
Tidak terkecuali Presiden SBY dan NY. Ani Yudhoyono yang mengundang mereka. Keduanya terlihat antusias menjabat tangan dua belas anak itu.
Ketika antri memasuki ruang theater, para pemeran Laskar Pelangi itu sudah menarik perhatian. Pengunjung yang kebetulan mengenali rombongan kecil itu pun langsung memanggil-manggil.
"Eh itu ada Ikal, Mahar, Flo, Kucai, A Kion, Sahara, Aling!" suara dan kilatan lampu kamera ponsel susul menyusul tidak berapa lama kemudian.
Suasana kembali jadi heboh ketika kelompok musik Nidji tiba di lokasi. Giring, vocalis kelompok musik yang bawakan lagu tema Laskar Pelangi, yang kini jadi sasaran pemburu foto bersama.
Seratusan anak jalanan jadi tamu undangan nonton bersama Presiden SBY petang hari ini. Mereka adalah para pengamen cilik yang tiap hari mengais rejeki di Bulungan, Semper dan Tanah Abang.
Sebelum fim diputar, Presiden SBY sampaikan sambutan pendek. Dia berpesan kepada para hadirin untuk menyimak pesan moral berupa kegigihan, semangat juang dan pantang menyerah dalam meraih cita-cita.
"Saya belum bukunya atau menonton filmnya. Tapi saya mendengar karya ini sangat patut diapresiasikan. Mari kita saksikan bersama film yang indah ini," pungkas SBY.(lh/irw)
Categories Berita Media
SBY dan Ibu Ani Nonton `Laskar Pelangi`
http://www.presidensby.info
Rabu, 8 Oktober 2008, 22:51:28 WIB
Bersama seratus anak jalanan, wartawan yang biasa meliput di Istana, serta para menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani menonton film Laskar Pelangi di Auditorium 1, Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Rabu (8/10) malam. Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng, yang bertindak sebagai MC memperkenalkan pengarang buku Laskar Pelangi, Andrea Hirata, sutradara film Riri Riza, dan produser Mira Lesmana.
Buku Laskar Pelangi yang ditulis Andrea tiga tahun lalu itu adalah salah satu bentuk ucapan terimakasih kepada guru SD-nya dulu, Ibu Muslimah. "Dulu, waktu saya kelas 3 SD, guru saya Ibu Muslimah selalu berangkat ke sekolah dengan semangat. Bila hujan, Ibu Muslimah datang dengan payung daun pisang," ujar Andrea. "aya berjanji bila nanti besar, saya akan membuat tulisan tentang kisah guru saya," Andrea bercerita.
Sementara itu, Mira Lesmana menjelaskan bahwa pengambilan gambar film yang dikerjakan selama satu setengah tahun itu, hampir 100 persen dilakukan di Belitung. "Semua pemainnya orang Indonesia dan prosesnya juga dilakukan di Indonesia. Hanya satu saja yang dikerjakan di Bangkok, proses suara, karena hanya ada disana," ujar Mira. "Dua belas anak yang bermain dalam film ini semuanya asli Belitung dan belum pernah main film sebelumnya. Mereka berhasil didapatkan dari penyeleksian 3500 anak-anak," Mira menambahkan.
Secara jujur Presiden SBY mengakui bahwa ia sama sekali belum membaca bukunya dan menonton filmnya. "Saya dengar dari banyak orang kalau karya seni ini sangat indah. Mari kita saksikan bersama-sama," ajak Presiden SBY. Pada kesempatan itu Ibu Ani juga menyerahkan secara simbolis paket tas sekolah untuk anak-anak jalanan yang ikut menonton film tersebut.
Selama lebih kurang dua jam, SBY dan Ibu Ani menikmati Laskar Pelangi. Film ini menceritakan kisah perjuangan guru dan sepuluh anak-anak Belitong untuk sekolah. Suara tawa anak-anak membahana ketika adegan-adegan lucu muncul di layar. Beberapa orang juga tampak menyeka air mata ketika Lintang, salah satu anak Laskar Pelangi, terpaksa berhenti sekolah karena kematian ayahnya.
Ketika film selesai, semua penonton memberikan tepuk tangannya. SBY dan Ibu Ani kemudian menyalami para pemain yang datang satu persatu. Hampir seluruh pemain yang membintangi film ini hadir, antara lain Slamet Raharjo, Lukman Sardi, Ikranegara, Jajang C. Noer, serta 12 pemeran anak-anak Belitung yang khusus datang ke Jakarta untuk pemutaran film Ini. Nampak pula hadir Ibu Muslimah, guru SD Muhamadiyah Gantong, yang menjadi sumber inspirasi dibuatnya novel dan film Laskar Pelangi.
Usai menonton, Presiden kembali ke Istana untuk menggelar rapat terbatas membahas krisis global yang mulai berimbas ke Indonesia. Rapat diikuti oleh para menteri bidang ekonomi, Dewan Gubernur BI, Ketua Umum Kadin, Dirut Bursa Efek Indonesia, dunia perbankan, dan sejumlah pengusaha. (osa)
Categories Berita Media
Search
Categories
- A Kiong (2)
- Andrea Hirata (7)
- Behind The Scenes (1)
- Berita Media (14)
- Cast (9)
- Community (1)
- Crew (2)
- Cut Mini (3)
- DVD (1)
- Film (10)
- Film Maker (3)
- Garasi (2)
- Gita Gutawa (2)
- Gugun And The Blues Bug (2)
- Ikal (2)
- Ikranegara (1)
- Ipang (2)
- Kick Andy (1)
- Kucai (2)
- Lintang (1)
- Lyric (8)
- Mahar (4)
- Mathias Muchus (1)
- Meng Float (2)
- Mira Lesmana (2)
- Netral (1)
- Nidji (9)
- Novel (1)
- Podcast (1)
- Poster (1)
- Press Release (1)
- Review (4)
- Riri Riza (1)
- Sahara (2)
- Sherina (3)
- Sinopsis (2)
- Slamet Rahardjo (2)
- Soundtrack (9)
- Still Photos (6)
- Syahdan (2)
- Tokoh (1)
- Tora Sudiro (2)
- Trailer (1)
- Trapani (2)
- TV (1)
- Veris (2)
- Video (5)
-
Recent Posts
The Songs Inspired By Laskar Pelangi
Categories
- A Kiong (2)
- Andrea Hirata (7)
- Behind The Scenes (1)
- Berita Media (14)
- Cast (9)
- Community (1)
- Crew (2)
- Cut Mini (3)
- DVD (1)
- Film (10)
- Film Maker (3)
- Garasi (2)
- Gita Gutawa (2)
- Gugun And The Blues Bug (2)
- Ikal (2)
- Ikranegara (1)
- Ipang (2)
- Kick Andy (1)
- Kucai (2)
- Lintang (1)
- Lyric (8)
- Mahar (4)
- Mathias Muchus (1)
- Meng Float (2)
- Mira Lesmana (2)
- Netral (1)
- Nidji (9)
- Novel (1)
- Podcast (1)
- Poster (1)
- Press Release (1)
- Review (4)
- Riri Riza (1)
- Sahara (2)
- Sherina (3)
- Sinopsis (2)
- Slamet Rahardjo (2)
- Soundtrack (9)
- Still Photos (6)
- Syahdan (2)
- Tokoh (1)
- Tora Sudiro (2)
- Trailer (1)
- Trapani (2)
- TV (1)
- Veris (2)
- Video (5)
